Article

Cara Mengirim Surat Lamaran Kerja Lewat Email agar Peluang Diterima Meningkat

Di era multimedia saat ini, proses melamar pekerjaan juga mengalami evolusi. Yang dulu harus mengirim surat lamaran kerja beserta dokumen-dokumen lainnya melalu media kertas dalam satu amplop, kini banyak perusahaan yang hanya bersedia menerima surat lamaran kerja melalui email.

Sebenarnya menggunakan email untuk mengirim surat lamaran kerja sangat menguntungkan kedua belah pihak, baik pelamar kerja maupun perusahaan. Perusahaan lebih mudah mendokumentasikan semua surat lamaran yang masuk, menyeleksi, dan memproses lebih lanjut. Sedangkan di pihak pelamar mengirim surat lamaran kerja akan menghemat biaya dan waktu.

Kami menyediakan jasa menulis curriculum vitae dan surat lamaran kerja yang powerful dan memiliki high selling point. Silakan pilih jasa pelayanan kami

Ada aturan dasar mengirim surat lamaran kerja melalui email agar lebih berdaya, kompetitif, dan meningkatkan peluang diterima :

1.      Gunakan akun sendiri
Anda harus menggunakan akun email milik sendiri. Jangan sekali-kali meminjam akun teman ataupun kerabat untuk mengirim surat lamaran kerja. Beberapa kali kami menemukan klien yang enggan berupaya aktif on line dan menitipkan surat lamaran kerja dan CV ke teman atau kerabat untuk dikirim menggunakan akun email yang dititipi. Sesibuk apapun pekerjaan Anda di lapangan non on line, demi sukses karir Anda harus menyempatkan aktif on line untuk mengirim surat lamaran kerja dan CV.
Nama akun yang berbeda dengan nama Anda pasti mengesankan tidak serius melamar kerja dan tidak professional.

2.    Gunakan nama akun yang professional
Seringkali kami menemukan klien yang menggunakan julukan, ‘nama artis’ atau ‘nama alay’ untuk emailnya, seperti pejuangbersemangat@gmail.com, gadisdesa@gmail.com, atau D14N@gmail.com, Thiachayangthio@gmail.com, dan nama-nama lain yang bukan representasi nama yang sebenarnya. Bila saat masih sekolah Anda sudah aktif on line menggunakan nama-nama itu, sebaiknya mulai sekarang untuk urusan pekerjaan dan karir Anda membuat akun email baru yang lebih mengesankan profesionalitas.
Contoh nama akun email yang professional :
Bila nama Anda Nur Muhammadian Masyhur : nur.masyhur@mail.com atau nurmuhammadian@mail.com.
Charlotta Elizabeth Diana : charlotte.Diana@mail.com
Bila nama Anda hanya satu kata dan sudah digunakan untuk akun orang lain, Anda bisa menambahkan angka tanggal atau bulan atau tahun lahir.
Sutrisno : sutrisno2104@mail.com

3.    Tulis subyek secara spesifik
Biasanya dalam lowongan kerja sudah ditentukan format penulisan subyek berdasarkan posisi yang ditawarkan.
Bila tidak ditentukan, dalam subyek tuliskan nama dan posisi yang Anda bidik, seperti : “Surat Lamaran Kerja dan CV –Nur Muhammadian-Posisi Marketing Communication”, hindari menulis subyek hanya “Surat Lamaran Kerja”

4.    Pantang Me-forward Email
Jangan sekali-kali mengirim surat lamaran kerja dan CV menggunakan email forward atau reply, meskipun email itu dari Anda sendiri. Itu juga pasti mengesankan tidak serius dan tidak professional.

5.     Pantang mengirim email broadcast
Jangan mengirimkan surat lamaran kerja dan CV dengan cara broadcast, mengirimkan sekali email sekaligus ke beberapa perusahaan yang berbeda.

6.    Pastikan tidak membiarkan badan email kosong
Meskipun surat lamaran kerja dan CV sudah Anda sisipkan sebagai file attachment, atas  permintaan perusahaan penyedia lowongan kerja, Anda tetap harus mengisi badan email dengan beberapa kalimat. Anda bisa mengisinya dengan salam dan kalimat pengantar singkat:

Kepada Yang Saya Hormati :
Bapak Budi Gunawan
Kepala Divisi Sumber Daya Manusia
PT. Berkah Alami

Dengan hormat,
Terlampir surat lamaran kerja dan CV saya untuk melamar kerja sebagai Marketing Communication Staff sesuai iklan lowongan kerja di media Nusantara tanggal 13 Mei 2015.

Terima kasih atas perhatiannya.

Salam hormat,
Nur Muhammadian

081 555 88 2600



Gambar dari http://www.all-free-download.com